Travel Umroh Balikpapan Terdampak Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Jemaah Ditunda
POSKOTAKAALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel tidak hanya memicu ketegangan regional, tetapi juga berdampak langsung pada jemaah Umroh asal Indonesia di Tanah Suci.
Sejumlah jemaah
dilaporkan tertahan di Jeddah akibat terganggunya jadwal penerbangan kembali ke
Indonesia. Situasi ini turut memengaruhi operasional biro perjalanan haji dan Umroh
di berbagai daerah, termasuk di Balikpapan.
Berdasarkan informasi
yang beredar di grup komunikasi antar-travel, sejumlah jemaah dari berbagai
biro perjalanan masih berada di Makkah dan belum dapat kembali ke Tanah Air.
Sebagian di antaranya tertahan di Jeddah karena belum memperoleh kepastian jadwal
penerbangan.
Kendala ini mayoritas
dialami jemaah yang menggunakan maskapai penerbangan luar negeri. Beberapa
dilaporkan telah menunggu selama beberapa hari tanpa kepastian keberangkatan.
Kondisi tersebut
memunculkan kekhawatiran, baik dari pihak keluarga di Indonesia maupun pelaku
usaha travel yang bertanggung jawab atas kepulangan jemaah.
Salah satu biro
perjalanan yang merasakan dampak signifikan adalah PT Wahyu Abadi Wisata yang
berbasis di Balikpapan Selatan.
CEO PT Wahyu Abadi
Wisata, Ir. H. Ahmad Basir, menyatakan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah
memberikan pengaruh langsung terhadap stabilitas operasional perjalanan ibadah.
“Secara umum kami
sangat terdampak akibat agresi militer di kawasan Timur Tengah, khususnya bagi
travel Umroh dan haji seperti kami yang hampir setiap bulan memberangkatkan
jemaah ke Tanah Suci,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan,
pemberangkatan terakhir jemaah dari perusahaannya dilakukan pada Februari 2026
dan seluruhnya telah kembali ke Indonesia dengan selamat. Untuk jadwal
berikutnya, pihaknya merencanakan keberangkatan pada Juli mendatang dengan
tetap mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan.
Menghadapi situasi
yang dinamis, para pelaku usaha travel Umroh terus melakukan koordinasi
intensif guna memperbarui informasi terkini terkait kondisi di Arab Saudi dan
kawasan sekitarnya.
Pemerintah melalui
kementerian yang membidangi urusan haji dan Umroh juga telah memberikan arahan
agar biro perjalanan menunda sementara pemberangkatan jemaah hingga situasi
dinyatakan kondusif.
Langkah ini diambil
sebagai bentuk mitigasi risiko demi keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Bagi jemaah yang saat ini masih berada di Arab Saudi, pihak travel mengimbau agar aktif berkoordinasi dengan perwakilan resmi pemerintah Indonesia, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), untuk memperoleh perlindungan serta informasi resmi terkait perkembangan situasi.
Pelaku usaha travel
berharap kondisi geopolitik segera mereda agar aktivitas ibadah Umroh kembali
berjalan normal. Stabilitas kawasan menjadi kunci utama bagi kelancaran
perjalanan ribuan jemaah Indonesia yang setiap bulannya berangkat ke Tanah
Suci. (mid)